Laptop Harian Si Rizky Esha

Ini Blog; Bukan Vlog, Bukan Web.

Apakah Ini Akhirnya? — 17 April 2020

Apakah Ini Akhirnya?


Guwa bingung mau nulis apa kali ini. Tapi ya, sudah sejak lama guwa gak nulis di blog ini dari tahun yang lalu. Dan baru kali ini guwa nulis lagi di sini. Tapi ya, ini tulisan juga jadi akhir sebuah perjalanan blog ini–setelah terlalu mati suri bertahun-tahun lamanya.

Berarti habis ini, lu enggak ngeblog lagi dong? Baca lebih lanjut

Nge-blog Lagi? — 30 Agustus 2019
Jika di Dunia Ini Ada Lomba e-sports Zuma, Kenapa Gak Sekalian Saja Bikin Lomba e-sports Pou? — 19 November 2019

Jika di Dunia Ini Ada Lomba e-sports Zuma, Kenapa Gak Sekalian Saja Bikin Lomba e-sports Pou?


Beberapa pekan yang lalu, dunia media sosial Indonesia sempat dihebohkan dengan sebuah foto. Foto tersebut menampilkan sebuah banner–yang terletak entah di mana tepatnya–dengan informasi sebuah judul lomba game e-sports. Tapi yang cukup menghebohkan bagi masyarakat, lomba e-sports yang ditampilkan dalam banner tersebut bukanlah sekadar lomba e-sports dengan cabang game yang sedang populer di masyarakat–seperti Mobile Legends, PUBG, DotA, maupun sejenisnya–melainkan game Zuma, pak/bu…. Iya! Game Zuma, pak/bu. Dan tentu saja Kemenkeu yang membuat lomba itu.

Sebuah banner lomba e-sports cabang game Zuma. Lomba ini digelar oleh pihak Kemenkeu.

Lomba e-sports yang berdampingan dengan cabang game Onet itu pun cukup menyita perhatian masyarakat. Bagaimana tidak? Mungkin beberapa masyarakat–atau mungkin yang sedang membaca di sini–pasti pernah memainkan game Zuma itu. Apalagi jika game itu pernah dimainkan saat komputer (pc) masih populer di era tahun 2000-an kala itu. Beuh…! Serasa nostalgia kembali itu mah.

Dari beberapa info yang muncul, adanya kemunculan lomba e-sports cabang game tersebut kemungkinan besar karena masih banyak PNS (ASN) yang doyan memainkan game itu. Entah apakah memang masih ada orang-orang di zaman sekarang yang masih doyan main itu game–di kala kebanyakan bocah sekarang lebih doyan main Mobile Legends sambil mabar (main bareng). Entahlah. <(“)

Aku tidak akan menjelaskan panjang lebar seperti apa mekanisme permainan itu game. Karena sudah dipastikan, beberapa orang pernah memainkan game ini dan (mungkin masih) tahu cara memainkannya. Jika kau tidak tahu, lupa, atau bahkan tidak pernah mencoba memainkan game ini sekalipun; coba kau tanyakan saja kepada orang-orang terdekat kau yang pernah main game ini. Atau kalau lebih niat lagi, silakan saja install aplikasi game-nya di masing-masing komputer/laptop kau. Entah apakah sekarang itu aplikasi game masih ada. Entah juga apakah sekarang itu game sudah gratis di-install atau masih ada yang versi berbayar. Entahlah. <(“)

Mungkin baru di negara dengan kode nomor telepon +62 tercinta kita ini saja yang baru berani menggelar lomba e-sports dengan cabang game begituan. Tapi kalau ada cabang game e-sports yang lebih “aneh” lagi, kemungkinan akan lebih mencengangkan lagi bagi masyarakat untuk mengetahui hal begitu.

Mungkin bisa saja ada lomba e-sports dengan cabang game Angry Birds. Tapi mengingat itu game sekarang popularitasnya sudah menghilang entah kemana, mari kita buang jauh-jauh ide itu untuk sekarang.

Cabang game osu!? Nope. Beberapa orang sudah pernah menggelar lomba dengan tipe rhythm game tersebut di beberapa tempat. Jadi bagi beberapa komunitas, tidak terlalu mengejutkan jika ada beberapa orang yang menggelar lomba game osu!.

Oleh karena itu, mari kita mulai sebuah ide dengan lomba game yang lebih “aneh” lagi. Pou misalnya.

Baca lebih lanjut

Can I comeback now? :) — 14 Agustus 2019
Udah Dibajak, Disamarkan Pula Video Musiknya! — 16 Januari 2012

Udah Dibajak, Disamarkan Pula Video Musiknya!


Kayaknya udah 2 artikel yg ngebahas VCD bajakan. Yg satu cepet terbitnya, yg satunya ngomongin koleksi. Eh, sekarang masih ngebahas VCD bajakan aja! Daripada ide hilang entah kemana, mending langsung ditulis, apalagi dalam keadaan tertekan. Soalnya ditulis lagi malem2, bukan lagi santai–apalagi pake hape! So, kalo mengkaji lebih lanjut lg, silakan tulis di blog Anda sendiri, ya! (kalo punya blog; kalo nggak, ya, di catatan FB, bisa!)


Mungkin bagi yg suka dengerin musik, main musik, nongkrong di tempat konser (dangdut), bahkan yg suka ngedugem malem-malem, pasti gak bakal ngelewatin yg satu ini…. Baca lebih lanjut

Terlalu Banyak Versi “Bajakan” Untuk Dikoleksi — 3 Januari 2012
Terlalu Cepat Untuk “Dibajak” — 1 Januari 2012

Terlalu Cepat Untuk “Dibajak”


Sebelum kita mulai topiknya, saya dan para blogger WP yg seneng nongkrong diForum WordPress kalau ada bantuan, mengucapkan SELAMAT TAHUN BARU 2012! Semoga semangat baru dam positif hadir di hati kita walau pestanya gak pake dugem-dugeman atau megah-megahan alias sederhana.


Siapa yg pernah–bahkan kecanduan–beli VCD bajakan, ayo? Ayo, jujur aja! Faktanya memang begitu! Banyak orang (termasuk kamu yang jujur pernah beli) lebih doyan beli yang versi bajakan hasil para cracker daripada versi original ciptaan para distributor. Selain harga murah meriah, kaset bajakan dijual di toko PKL terdekat yg tersebar di pasar, trotoar, tengah jalan (?), mall (!), bahkan sekitar rumah Anda bisa menjadi “korban” dari para maling duit rakyat pedagang berkaki lima.
Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: